Jumat, 07 September 2018

TUGAS MATERI KULIAH NHW 2

Bismillahirrahmanirrahim…πŸ’“



Setelah mengerjakan tugas NHW#1, ternyata di NHW#2 kali ini semakin menantang. Jika pendapat saya NHW#1 adalah sebuah Visi maka NHW#2 Adalah Misi-nya. Tak tangung - tanggung penentuan target dan indikatornya mirip banget dengan yang sudah di aplikasikan di beberapa perusahaan. Katakanlah di perusahaan namanya KPI (Key Performance Indicator).

Kebetulan di tempat saya bekerja, saya ditempatkan di bagian MPP dan Cost Control yang lekat sekali dengan target per bulan. Metode penentuan targetnya pun sama yaitu dengan Metode SMART (Specific, Measurable, Achieveble, Realistic, & Timebond).

Nah seketika saya whatsapp kangmas tentang pendapatnya.  Dan...yang ditanya adalah adakah pilihan objektif?. Hmmm...mungkin difikir sang suami seperti ujian semasa SD ya, jadi tinggal milih A, B, C, atau D hehehehe πŸ˜‚. Kemudian setelah saya complain beliau hanya berkata “Cukuplah Ibunda Siti Khadijah yang menjadi panutan”. Nah, PR besar untuk saya yang masih penuh khilaf dan kurang istiqomah 😒.

Setelah mencari ilham dengan bermeditasi ke alam bawah sadar (alias mendekati ngantuk) berikut indikator saya sebagai seorang Individu, Istri, dan Seorang Ibu :





Rabu, 05 September 2018

TUGAS MATERI KULIAH NHW 6


Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :
  1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
  2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
  3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
  4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time (misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut). Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis (memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7) Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Alhamdulillah setiap naik level saya selalu tambah semangat, ya semangat bahwa saya harus mengupgrade diri saya untuk lebih haus ilmu. Setiap bangun pagi yang terpikir adalah ilmu apa yang sudah saya terapkan kemarin? dari tugas NHW sebelumnya, apa yang akan saya praktekkan hari ini?. Jika kemalasan mulai merasuk ke tubuh hingga jiwa raga ikut lunglai, saya ingat kembali apa tujuan saya mengikuti perkuliahan ini. Apa yang bisa memantik semangat saya hingga mata berbinar dan jari jemari menari?Ahaaa....jawabannya adalah kerjakan saja...mulai dulu... tetiba pikiran buntu? stop-call-and wait...hahahaha macam problem di produksi. Solusinya ya sholat, nyemil, atau diskusi dengan rekan yang lain.

Well, setelah berusaha memahami materi yang sebelumnya fokus saya tertuju langsung pada pertanyaan " Apa motivasi kita bekerja?".  Dengan sedih saya menerima kenyataan bahwa motivasi saya saat ini masih di level  "ASAL KERJA". Ya, baik di pekerjaan domestik atau publik sampai saat ini saya masih merasa menjadi seorang Ibu yang Asal Kerja. Walaupun saya senantiasa menyadari bahwa niat saya melakukan pekerjaan haruslah karena Allah, namun masih saja muncul keluhan dan perasaan nyaman ketika sedang "Me Time" karena si kecil dihandle ayahnya misalnya. Atau di ranah publik, saya merasa bekerja sesuai jam kerja dan tanggungjawab, ogah berkompetisi, karena tidak tertarik dengan karir.

Lalu fokus selanjutnya adalah saat ini Peran saya sebagai Ibu di rumah seperti apa?
Dari contoh peran perbandingan kasir dengan manager keuangan saja, saya sudah menyimpulkan bahwa peran saya masih di level seorang kasir. Ah....masih banyak sekali ya PR di KM 0 saya ini.
Bismillah, dengan keistiqomahan insyaAllah pelan-pelan saya bisa menaikkan level peran saya.

Nah kembali ke NHW,  berikut jawaban dari 4 pertanyaan besar diatas.

1. Pembagian Aktivitas (Penting - Tidak Penting)

    a. Aktivitas Penting :

  • Beribadah (Sholat 5 Waktu, Sedekah, Kajian)
  • Mendidik Anak
  • Bekerja (Ranah Publik) dan Mengerjakan Pekerjaan Rumah (Domestik)

    b. Aktivitas Tidak Penting :

  • Mengecek Gadget terlalu lama
  • Membaca Komik
  • Melihat barang di Online Shop
2. Waktu saya sebagian besar habis untuk Bekerja (Ranah Publik) yaitu kisaran (8-15 jam). 
Nah disela - sela pekerjaan tersebut biasanya saya "cheating" waktu senggang dengan baca komik dan mengecek gadget. Alhamdulillah semenjak ikut IIP, beralih ke ikut kelas dan cek referensi untuk bahan NHW :).

3.  Nah untuk menjadikan 3 aktivitas penting (Beribadah, Mendidik Anak, dan Bekerja)  saya menjadi "lebih" dinamis saya berusaha melakukan visualisasi sesuai 4 kuadran Versi Stephen Covey :


Kesimpulan dari visualisasi diatas, bahwa satu pekerjaan bisa berubah kuadran sesuai dengan level kematangan perencanaan dan pengaturan waktu sebelumnya.

Disamping itu saya berusaha menengok NHW saya yang sebelumnya dengan sedikit revisi  :



Fokus di NHW kali ini adalah implementasi :



4. Berikut pembagian untuk aktivitas Rutin dan Dinamis di Jadwal Harian yang saya buat :

   
       Dari Kandang Waktu yang saya buat, untuk Kegiatan Rutin di plot mulai pukul 22.00 - 05.30 WIB dan untuk Kegiatan Dinamis mulai pukul 05.30-21.00 WIB.

   5. Nah dari kandang waktu diatas, karena saya seorang Ibu yang bekerja di ranah publik maka jadwa harian yang saya bagi menjadi 2 (Weekdays dan Weekend) :
     


6. Jadwal harian saya diatas akan diupayakan untuk terlaksana dan di evaluasi jika ada problem misalny belum berjalan dengan baik. Tidak menutup kemungkinan jadwal akan saya ganti jika yang tergolong aktivitas dinamis yang perlu ditambah durasinya ataupun aktivitas rutin yange trnyata waktunya kurang pas. Waktu evaluasi adalah tiap minggu. Jika tidak ada yang perlu direvisi maka akan saya lanjutkan sampai 3 bulan ke depan dimulai dari hari iniπŸ€—



Selasa, 04 September 2018

TUGAS MATERI KULIAH NHW 1

Bismillahirrahmanirrahim,

1. Jurusan ilmu yang akan saya tekuni di universitas kehidupan ini adalah ilmu agama.
Setidaknya ada 12 cabang ilmu agama yang bisa kita pelajari. Namun tidak mungkin semua cabang
ilmu tersebut bisa saya pelajari, untuk tahap awal saya ingin fokus mempelajari cabang ilmu tauhid
dan akhlak :
>  Ilmu Tauhid / Ilmu Aqidah
Ilmu tauhid adalah ilmu yang membicarakan tentang sifat – sifat allah swt dan sifat – sifat
para utusanya yang terdiri dari sifat yang wajib, sifat jaiz dan sifat yang mustahil.
selain dari itu juga menerangkan segala yang memungkinkan dan dapat diterima oleh akal,
untuk menjadikan bukti dan dalil, dengan dibantu oleh masalah sam’iyat agar dapat
mempercayai dalil itu dengan yakin tanpa keraguan di hati.
Kitab : Aqidatul awwam, Jauhar Tauhid, Sifat 20, Addurunnaifs (Permata Yang Indah) dll.
> Ilmu Akhlaq
Ilmu akhlak adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia agar mempunyai adab
dan sopan santun dalam pergaulan baik pergaulan sesama manusia maupun dengan
Sang Pencipta. Kita dibina untuk mengetahui peraturan dan prosedur yang sesuai agar tidak
bertindak sesuka hati. Bila kita mampu mengimplementasikan ilmu ini maka pergaulan akan
menjadi indah dan sangat disayang baik oleh manusia, hewan maupun Sang Pencipta seperti
akhlak Nabi Muhammad SAW. Nabi sendiri diutus, yang pertama tugasnya adalah memperbaiki akhlak manusia yang saat itu semua menjurus akhlak Jahiliyah. Kitab : Akhlaqul Libanin.


2.   Alasan kuat saya ingin mempelajari jurusan ilmu agama karena menurut saya ilmu agama  adalah sumber dari segala ilmu. Saya teringat betul dulu Guru SMA saya namanya Pak Rahmat, beliau adalah seorang Guru Biologi. Beliau menjelaskan bahwasanya ilmu apapun yang dipelajari di bidang akademik pasti ada hubungannya dengan ilmu agama.
Alasan  mengapa saya memilih ingin mendalami  jurusan tauhid dan akhlak adalah karena pondasi pertama seorang muslim adalah ilmu tauhid dan untuk mendakwahkannya serta mengaplikasikannya sehari-hari butuh akhlak yang baik.
Penjelasan pertama tentang ilmu tauhid, dengan mempelajari ilmu tauhid kita akan tahu bahwa ternyata tauhid adalah satu-satunya batas pemisah yang membedakan antara muslim dan kafir.
Tauhid merupakan syarat diterimanya amal perbuatan di samping harus sesuai dengan tuntunan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.Mempelajari ilmu tauhid merupakan kewajiban pertama atas setiap hamba.Maka dari itu sudah seharusnya kita mempelajari Ilmu Tauhid kemudian menerapkannya dengan benar agar tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Allah Ta’ala telah berfirman :
Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):
“Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah Thaghut (segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dalam keadaan dia ridho)” (An-Nahl : 36)
Penjelasan  kedua, tentang ilmu akhlak , untuk bisa menjalani kehidupan dengan baik dibutuhkan akhlak yang mulia. Karena seorang muslim yang pertama kali dilihat dari  hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas) adalah akhlaknya. Walaupun Akhlak sendiri bukan hanya diterapkan untuk orang lain melainkan dari diri sendiri, kepada orang lain, dan utamanya berakhlak baik kepada Allah SWT.
Contoh real  yang saya alami dari penerapan ilmu akhlak adalah ketika kita melamar pekerjaan, hal yang paling menentukan setelah tes tulis adalah tes psikologi dan wawancara.  Disitu akan terlihat akhlak kita seperti apa, bahkan ketika kita berbohong pewawancara akan mengetahui dari gerak – gerik dan tingkah laku kita.
Contoh selanjutnya adalah ketika memilih jodoh, walaupun saya sendiri menikah dengan suami dengan cara ta'aruf yang cukup singkat (hanya satu Minggu) tapi dari akhlak pertama kali yang  dia tunjukkan ke saya dan keluarga sudah cukup untuk meyakinkan kami.
3.    Strategi menuntut ilmu dalam bidang tersebut adalah :
Saat ini saya bergabung dalam salah satu jamaah dakwah yang salah satunya adalah membahas tentang ilmu tauhid dan akhlak.
Setiap Minggu kami akan membahas suatu permasalahan yang kami sebut sebagai halaqah / liqo’. 
Setiap bulan saya mendatangi majelis rutin kajian akhwat di masjid perumahan yang kebetulan dekat dengan rumah saya.Disamping itu saya juga mengikuti group one day one juz untuk memperkuat kedekatan dengan sumber ilmu agama yang sedang saya tekuni yaitu Al-Quran.
Dan satu hal lagi, dengan saya mengikuti program perkuliahan matrikulasi IIP juga memperkuat saya untuk menuntut ilmu agama dengan lebih baik lagi.
4.    Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perbaikan significant yang saya alami adalah tentang
kedisiplinan. Dulu saya orang yang sering lalai dan kurang disiplin. Dengan mengikuti kajian rutin
yang mengharuskan tepat waktu maka saya terpacu untuk segera menyelesaikan urusan domestik
maupun publik agar bisa menghadiri kajian tersebut. Perbaikan yang lainnya adalah tentang menghormati guru, atau saya menyebut guru saya ustadzah.
Sebelumnya yang saya tahu, guru adalah seorang yang perlu dihormati dengan cara bersalaman dan mengerjakan tugas – tugas yang diberikan.
Berbeda dengan di kehidupan sehari-hari, menghormati guru tidak semata-mata seperti yg saya pahami diatas melainkan menghormati pendapat nya, menghormati kondisinya jika sedang mengalami kendala saat mengajar, menghormati beliau walaupun apa yang diajarkan kadang tidak sesuai dengan yang sudah beliau praktekkan dan masih banyak hal lain yang tak jarang membuat saya gelisah.
Tapi, dari proses pembelajaran tersebut saya memahami bahwa menjadi guru bukan berarti sempurna dalam segala hal, tapi menjadi guru adalah permasalahan komitment untuk menyalurkan ilmu.
Saya mulai mengambil hal-hal positif yang beliau tularkan ke saya.
Contohnya adalah bagaimana beliau berkomitmen untuk tetap menyalurkan ilmunya sementara beliau juga berprofesi sebagai seorang PNS dengan 3 anak. Keseharian beliau juga aktif berdakwah di ranah publik. Sungguh jika saya melihat beliau dari hal – hal yang negatif, saya merasa buih di lautan yang tak sebanding dengan beliau. Kedepannya saya ingin berusaha untuk melecut diri saya lebih menghormati ustadzah saya baik itu dari segi waktu, sikap, dan setiap pendapat yang beliau sampaikan.
Akhir kata, saya mengucapkan Syukur Alhamdulillah karena telah mengikuti perkuliahan IIP Batch 6 ini. Karena sudah membantu menuntun saya untuk mengupgrade dan mengevaluasi diri,  membantu  saya tahap demi tahap memetakan mind mapping  proses pembelajaran untuk menggapai cita-cita menjadi seorang Ibu yang Professional.
Amiin Ya Allah Ya Mujibassailiin.

Jakarta, 31 Juli 2018




Devi .H



Tugas Kongres Ibu Pembaharu 2

 Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah, masih sempat untuk submit tugas Kongres, mengingat jurnal sebelumnya belum submit, walaupun terlam...